Mana Lebih Penting, Dana Darurat atau Bayar Utang?

Mana Lebih Penting, Dana Darurat atau Bayar Utang?

Salah satu tantangan dalam mengatur keuangan adalah ketika dihadapkan dengan pilihan yang sama-sama penting. Contohnya seperti, mana yang lebih diprioritaskan antara menyiapkan dana darurat atau membayar utang pinjaman uang.

Jika disandingkan, sebenarnya kewajiban lebih berat ditekankan untuk membayar utang karena terkait dengan orang lain atau pihak lain. Sementara dana darurat merupakan salah satu kebutuhan internal yang memang tidak bisa ditunda lagi.

Ada beberapa kasus di mana seseorang memang sangat penting untuk memprioritaskan salah satu diantara kedua pilihan yang ada.

Bayar utang dengan bunga paling tinggi dulu

Jika kondisi keuangan sedang morat marit dengan adanya utang yang harus dibayarkan terlebih dahulu, maka tunda dulu mempersiapkan dana darurat.

Kondisi ini sangat penting karena kita harus mendahulukan kewajiban dibandingkan dengan kebutuhan. Dana darurat bisa dikategorikan sebagai kebutuhan yang mendesak. Meskipun demikian tetap saja tingkatannya masih berada di bawah kewajiban.

Itulah sebabnya, jika dalam kondisi punya kewajiban seperti utang dengan bunga tinggi, maka sebaiknya dahulukan untuk melunasi utang, barulah kemudian perlahan menyisihkan uang untuk dana darurat.

Siapkan dana darurat sekecil apapun

Dana darurat sebetulnya sangat dibutuhkan oleh semua orang dengan latar belakang yang berbeda sekalipun. Baik itu pekerja tetap maupun pekerja lepas sangat disarankan untuk menyiapkan dana darurat. Pasalnya tidak ada yang tahu kondisi di masa depan.

Dana darurat fungsinya untuk cadangan saat dibutuhkan. Misalnya ketika kondisi ekonomi sedang lesu, akan sangat sulit mendapatkan pekerjaan, bahkan justru bisa terancam di-PHK.

Pada saat itulah dana darurat akan menjadi penolong, di saat tidak punya pekerjaan sementara di sisi lain tetap harus memberikan nafkah untuk keluarga.

Bagi mereka yang masih hidup sendiri atau bersama orang tua pun sebenarnya lebih baik sudah punya dana darurat sendiri. Sehingga saat tidak memiliki pekerjaan, tidak membebani orang tua. Jikapun tidak digunakan, dana darurat tersebut akan berguna saat sudah berkeluarga.

Dana darurat seperti dana abadi yang bisa ditarik kapan saja. Sehingga upayakan untuk menyimpan dana darurat dalam bentuk yang likuid atau mudah dicairkan. Misalnya seperti menyimpan dalam bentuk emas batangan. Mudah dicairkan kapan saja saat dibutuhkan dan tahan terhadap inflasi.

Meskipun begitu, perlu dibedakan peruntukannya antara dana darurat dengan tabungan. Karena keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

Jika tidak ada dana darurat boleh pinjam uang, asal..

Pertanyaan yang akhirnya muncul adalah bolehkah menggunakan layanan pinjaman uang untuk dana darurat?

Kondisi tersebut bisa saja terjadi bagi mereka yang belum sempat punya dana darurat tetapi dihadapkan dengan kondisi darurat yang tidak bisa dihindari lagi.

Jika demikian, gunakanlah konsep aman dalam berutang dengan mengajukan pinjaman uang tidak lebih dari sepertiga penghasilan. Misalnya jika gaji kamu sebesar Rp5 juta per bulan kemudian tiba-tiba mendapatkan kecelakaan hingga harus mengganti kerugian kepada orang lain, maka manfaatkan pinjaman tidak lebih dari Rp1,6 juta.

Dengan begitu pinjaman tetap bisa dibayar sesuai dengan tenornya sembari tetap melanjutkan hidup tanpa harus kehilangan pendapatan secara keseluruhan.

Yang paling penting adalah meminjam melalui fintech yang sudah terpercaya dan terdaftar di OJK. Misalnya saja seperti Kredivo yang telah terdaftar secara resmi dengan nomor registrasi S-236 / NB.213 / 2018.

Proses pendaftarannya juga sangat mudah. Unduh aplikasinya di Google Play Store atau App Store, kemudian ajukan pendaftaran menjadi member reguler agar bisa mengajukan pinjaman mini dan pinjaman jumbo dengan kredit limit hingga Rp30 juta.

Kredivo memberikan syarat-syarat yang sangat mudah dipenuhi, diantaranya adalah:

  • Berstatus Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Berusia antara 18 sampai 60 tahun.
  • Berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Palembang, Medan, Bali, Yogyakarta, Solo, Makassar, Malang, Sukabumi, Cirebon.
  • Berpenghasilan minimal Rp 3.000.000 per bulan.

Pinjaman uang online dari Kredivo bisa digunakan tidak hanya untuk dana darurat saja, tetapi juga bisa untuk tujuan lain seperti modal usaha, biaya perbaikan atau renovasi rumah, hingga pembelian obat atau biaya pemeriksaan ke rumah sakit.

Bunga pinjaman Kredivo adalah 2.95% per bulan dengan pilihan tenor 3 hingga 6 bulan untuk pinjaman mini dan pinjaman jumbo.

Unduh saja aplikasi resminya melalui Google Play Store maupun App Store, kemudian dapatkan kemudahan mendapatkan pinjaman tunai dari Kredivo secara online sekarang juga!